Tuntutan kuliah semester tua

entah apa yang baru saja terjadi, aku sudah merasa begitu lelah memikul tanggung jawab sebagai civitas akademika yang sudah 3 tahun lebih ku sandang. aku bukan mahasiswa yang kuliah dari semester 1 sampai semester 7 ini yang Kupu-Kupu (Kuliah Pulang – Kuliah Pulang), aku mencoba untuk aktif menjadi seorang mahasiswa. Tapi itu entah kenapa dari semua hal ini berhasil membuatku tersudut dan berada di titik kepenatan dan kebosanan menjalani hari-hari sebagai mahasiswa dan entah apa yang berhasil membuat bertahan hingga saat ini.

aku berkuliah di universitas negeri di malang, aku mengambil jurusan Informatika. Sejak awal masuk aku tau passionku disini tetapi dunia ini memang tak semulus pahanya cherrybelle, kuliah ini kadang benar-benar mudah tetapi kadang juga benar-benar susah. Sejak jaman SMA dulu aku memang suka berorganisasi, ikut osis, komunitas di kota dan berkumpul bersama teman dan membuat acara untuk lingungan di sekitar aku tinggal. Akhirnya aku memulai kehidupan yang baru di kota malang, aku sendiri tak mengenal siapun disini dan ini menuntut untuk mulai berkenalan dan membuat teman. Selama kuliah Semester 1 aku masih ingin mencari tau apa saja yang ada di kampus ini. banyak sekali yang ada di kampus ini, lembaga yang bisa menaungi untukku berorganisasi sangat banyak sekali disini, lembaga-lembaga tersebut menunggu untuk dipilih.

waktu pertengahan kuliah di semester 1 orang tua menyarankan untuk tidak teralu fokus di organisasi dan lebih fokus masalah kuliah. Oke aku turuti apa kata mereka sehingga aku semester 2 membuat keputusan untuk hanya ikut Tae Kwon Do saja di kampus itung-itung olah raga. Tetapi di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) ini tidak terlepas dari organisasi, secara tidak langsung aku kembali berorganisasi dalam sebuah lembaga, disinilah aku belajar akan organisasi level kampus.

kini aku kuliah sudah semster 5, orang tuaku hanya tahu kalau aku hanya kuliah dan ikut tae kwon do dan mereka tidak tahu bahwa aku ikut ambil andil dalam sebuah lembaga. di akhir kuliah semester 5 ini aku tidak lagi ikut tae kwon do, banyak sekali tugas yang mencekik waktuku untuk berorganisasi dalam sebuah lembaga, banyak sekali waktu yang tersita untuk kuliah, tugas, laporan dan project. akhir semester 5 ada pemilihan DPM di fakultas ini. akhirnya aku maju menjadi DPM fakultas, orang-orang hanya tau kalau aku kuliah dari semster 1 sampai semester 5 ini aku adalah orang yang apatis akan sebuah organisasi.

aku maju sebagai DPM, mulai mengurus administrasi dan maju sebagai calon DPM untuk di pilih oleh mahasiswa melalui pemilwa. Pemungutan suara pun dilaksanan dan hanya sedikit dari mahasiswa di fakultasku yang menggunakan hak suaranya, aku memang tidak terlalu berkampanye walau ada yang bilang aku adalah orang yang cukup di kenal di kampus karena dari semester 4 aku adalah asisten dosen salah 1 mata kuliah untuk fakutas ini. Setiap mahasiswa dan angkatan pasti mengenalku tetapi itu tidak aku manfaatkan untuk kampanye, aku memang tidak tahu apa yang harus aku lakukan jadi aku biarkan saja mereka bebas memilih apa yang mereka kehendaki.

akhirnya pemungutan suara selesai, namaku tercantum di papan tulis dengan jumlah pemilih 30 suara, dan ternyata 4 kandidat terbawah memiliki suara yang sama dengan ku. aku tidak begitu kuatir terpilih atau tidaknya. DPM pun memiliki calon berjumlah 11 orang tetapi yang bisa menduduki kursi hanya 9 orang saja. 4 orang berada di satu titik yang sama dan hanya ada 2 orang dari mereka yang bisa bergabung dengan mereka yang memiliki suara yang lebih banyak dan secara otomatis menduduki kursi. 4 orang bertarung untuk 2 kursi, tapi aku merasa aneh atas semua tidakanku, aku merasa kurang srek untuk semua ini. akhirnya kita di suruh berdiskusi untuk menentukan siapa yang akan mundur dan siapa yang akan maju, aku akhirnya mundur karena aku merasa kurang nyaman. setelah aku mundur mas-mas senior ada yang kecewa karena mereka berharap aku yang lolos karena aku memang kenal akrab dengan mereka dan aku bisa menunyuarakan suara mereka. aku memang mengecewakan, ya sudah aku tidak boleh larut akan hal ini.

akhirnya aku ikut organisasi bem, disini aku merasa nyaman dengan orang-orangnya, aku lebih merasa bebas untuk mengeksplorasi diriku jauh lebih dalam sehingga aku bisa tahu sampai mana batas ku menjadi manusia. bulan ke 3 aku berada di bem kinerjaku masih buruk  dan aku memegang jabatan Ketua Divisi di salah 1 kementrian di BEM. ada yang bilang aku hanya “Talk More Do Less” ini kata-kata yang benar terngiang di kepalaku hingga saat ini. sejak saat aku aku mulai merubah cara berfikir, cara bersikap dan cara memimpin. aku benar-benar memikirkan kata-kata ini. aku sudah 10 bulan berada di keluarga BEM ini aku benar menikmati apa yang ada.

tapi masalah mulai muncul di akhir, tugas ku yang mulai banyak, kinerjaku yang turun sebagai asisten, beberapa project luar ku ada yang gagal sehingga aku harus mengembalikan uang DP di tambah denda kesepakatan kontrak, dan ada beberapa hal yang benar-benar menganjak di otak. aku kuliah semster 7 ini benar-benar menjadi sebuah tantangan yang mau tidak mau harus dihadapi, tak banyak yang tau apa yang terjadi waktu proses karena orang-orang hanya perlu melihat hasil. Di semester banyak sekali godaan dan tuntutan untuk mejadi lebih baik. ini hanyalah sebagian kecil dari cerita yang perlu di ceritakan, belum saatnya untuk menceritakan sesuatu yang sangat besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s